Dinsdag 11 Junie 2013

IAID (INSTITUT AGAMA ISLAM DARUSSALAM)

Institut Agama Islam Darussalam (IAID) adalah Perguruan Tinggi Agama Islam yang menggabungkan pendidikan akademik dengan pendidikan kepesantrenan, yaitu Pondok Pesantren Darussalam. Pendidikan Tinggi Islam yang lahir pada tanggal 1 Juni 1970 ini sejak lama dipercaya pemerintah dan masyarakat untuk mendidik calon-calon sarjana-ulama-cendekia, yang memiliki visi ke-Islam-an, keilmuan, kebangsaan dan kemasyarakatan.

Kepercyaan itu dibuktikan dengan jumlah ribuan alumni yang tersebar hampir di seluruh pelosok nusantara dalam berbagai peran dan kedudukan.

Pada awal berdirinya, IAID hanya memiliki satu fakultas, yaitu Fakultas Syari’ah. Kemudian melalui usaha keras, saat ini telah ada tiga fakultas dan satu program, yaitu Fakultas Syari’ah (Program Studi Ahwal Al-Syakhshiyyah), Fakultas Tarbiyah (Program Studi Pendidikan Agama Islam dan Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah), Fakultas Dakwah (Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam), dan Program Pascasarjana/S2 (Program Studi Pendidikan Islam.

Fakultas Ushuluddin Jurusan Dakwah pernah didirikan, tetapi kemudian diubah menjadi Fakultas Dakwah Jurusan Komunikasi dan Penyiaran Islam sesuai dengan tuntutan dan perkembangan yang ada. Program Diploma PGSD/PGMI juga pernah ada tetapi kemudian ditingkatkan statusnya dari Program Diploma menjadi Program Strata Satu.

VISI, MISI DAN TUJUAN

VISI
Menghasilkan akademisi muslim yang memiliki ketajaman intelektual, ketangguhan iman, kepekaan nurani, dan kekuatan moralProgram Pascasarjana

MISI
  • Melaksanakan pengajaran dan pengembangan ilmu dan nilai-nilai Islam
  • Memelihara tradisi keilmuan Islam dan sekaligus mendorong pembaharuan pemikiran Islam
  • Mengarahkan mahasiswa kepada pemilikan ahklak mulia, pemikiran rasional, analitis, berorientasi pada pemecahan masalah, dan berpandangan jauh ke depan.
  • Melaksanakan penelitian dalam rangka pengembangan keilmuan dan masyarakat.
  • Memberikan kontribusi dalam proses pembangunan, khususnya dalam kaitan dengan upaya memperkuat landasan spiritual, moral dan etik pembangunan.
  • Memberikan kontribusi dalam upaya mewujudkan perdamaian dan kesejahteraan umat manusia.

TUJUAN
Menghasilkan tenaga ahli dalam bidang Ilmu Agama Islam yang kelak dapat bertindak sebagai tenaga penggerak pendidikan dan pengajaran serta penelitian dan pengembangan Ilmu Agama Islam.

KOMPETENSI LULUSAN
Pengetahuan dan pemahaman (knowledge and understanding)
  • Mempunyai pemahaman dan penger-tian tentang dasar-dasar agama Islam
  • Mempunyai pemahaman dan penger-tian tentang norma, kaidah teori dan metodologi ilmu-ilmu agama Islam
  • Mempunyai pemahaman dan penger-tian tentang perkembangan ilmu-ilmu agama Islam.

Keterampilan (skills)
  • Terampil dalam menggali nilai-nilai universal ke-Islaman dan kemanu-siaan.
  • Terampil dalam penerapan konsep dan teori atas fenomena umat
  • Terampil dan aktif dalam kehidupan akademik di kalangan peminat dan peneliti ilmu-ilmu agama Islam
  • Terampil dalam membangun refleksi fenomenal ilmu-ilmu agama Islam yang dihadapi oleh masyarakat
  • Terampil dan peka dalam interpre-tasi teks, konteks, dan realitas umat.

Kemampuan dan kesanggupan (ability/ capability)
  • Menguasai dasar-dasar ilmiah dan pengetahuan serta metodologi bidang ilmu-ilmu agama Islam
  • Mampu mengidentifikasi, memfor-mulasi, dan menyelesaikan permas-alahan yang terkait dengan pene-rapan dan pengembangan ilmu-ilmu agama Islam
  • Mampu merancang suatu penelitian bidang ilmu-ilmu agama Islam.
  • Mampu mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi sesuai dengan bidang ilmu-ilmu agama Islam
  • Mampu menerapkan pengetahuan dan keahliannya dalam kegiatan produktif dan pelayanan kepada masyarakat.

Sikap (attitude)
  • Mempunyai sikap rasa ingin tahu terus-menerus tentang perkembang-an ilmu-ilmu agama Islam
  • Mempunyai sikap dan berusaha melakukan internalisasi nilai-nilai universal agama Islam
  • Peka terhadap upaya akademik dalam mengungkap khazanah ilmu-ilmu ke-Islaman
  • Berupaya menciptakan budaya prestatif dan sikap produktif dalam menghasilkan karya-karya ilmiah bidang ilmu-ilmu agama Islam
  • Menghargai pluralisme dan multi-kulturalisme sebagai realitas masya-rakat.
  • Menghargai setiap upaya pendekatan interdisipliner dalam mengelola sumber daya umat.

Saterdag 08 Junie 2013

MAKALAH KARAKTERISTIK PERKEMBANGAN AGAMA

BAB I
PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang
Pada dasarnya manusia itu sendiri ingin berbuat yang terbaik, tetapi dalam kehidupannya yang serba maju dimana anak-anak kita sudah banyak terpengaruh budaya luar, sehingga banyak anak usia sekolah yang mengalami perubahan akhlak baik sekolah umum maupun sekolah agama.
Guru agama adalah motor penggerak pendidikan agama karena itu ia adalah pribadi berakhlak yang dicerminkan dalam dirinya. Berdisiplin tinggi, berwibawa, menguasai metode dan memiliki kepemimpinan.Ia harus tekun bekerja memeriksa semua penugasan kepada murid sekaligus memberikan bimbingan dan sangsi. Orang tua memegang peranan penting dalam melaksanakan pendidikan agama dirumah.Namun yang lebih penting orang tua diharapkan dapat menjadi teladan dalam segala hal.
Karena kita tahu bahwa anak-anak adalah harapan kita semua sebagai generasi penerus Bangsa. Apabila akhlak anak-anak kita rusak, apa yang kita harapkan dari mereka melainkan kehancuran. Oleh sebab itulah untuk menghindarkan hal-hal yang tidak kita inginkan, maka mulai usia dini perlu kita tanamkan pengisian akhlak kepada anak-anak agar mereka menjadi pemimpin Bangsa yang beriman.
Akhlak tidak akan tumbuh tanpa diajarkan dan dibiasakan oleh karena itu ajaran agama diajarkan secara bertahap, juga harus diikuti secara terus menerus bentuk pengalamannya, baik disekolah maupun diluar sekolah.
Keberhasilan pendidikan agama tidak hanya menjadi tanggung jawab guru agama, tetapi semuanya menjadi tanggung jawab kita bersama. Agar akhlak anak sebagai pemimpin bangsa nantinya akan berhasil membangun tanah airnya untuk mewujudkan suatu masyarakat yang adil dan makmur.




B.     Rumusan Masalah
1.      Apa Pengertian Karakteristik Perkembangan Agama
2.      Bagaimana Perkembangan Agama Pada Masa Anak-Anak
3.      Bagaimana Cara Pembinaan Agama Pada Anak

C.    Tujuan Masalah
1.      Untuk Memahami Karakteristik Perkembangan Agama
2.      Untuk Mengetahui Perkembangan Agama Pada Masa Anak-Anak
3.      Untuk Mengetahui Cara Pembinaan Agama Pada Anak

BAB II
PEMBAHASAN

  1. Pengertian Karakteristik Perkembangan Agama[1]
Perkembangan merupakan suatu perubahan dan perubahan ini tidak bersifat kuantitatif melainkan kualitatif yaitu meliputi perkembangan segi fungsi-fungsi kepribdian manusia misalnya fungsi perhatian, pengamatan, tanggapan, ingatan, fantasi, pemikiran, perasaan dan kemauan setiap fungsi yang disebutkan daiats dapat mengalami perubahan.Perubahan ini tidak dapat dikatakan sebagai pertumbuhan melainkan perkembangan. Oleh karena itu perkembangan menyangkut berbagai fungsi baik jasmaniah maupun rohaniah maka aka salah apabila kita beranggapan bahwa perkembangan adalah semata-mata sebagai pertumbuhan atau proses psikologis perkembangan adalah semata-mata sebagai pertumbuhan atau proses psikologis.
Perkembangan jiwa beragama pada anak mengikuti pada aspek perkembangan jiwa yang lainnya.Pada umumnya, pembahasan tentang perkembangan jiwa terbagi menjadi tiga bagian, pembagian tersebut amat disederhanakan, sehingga membutuhkan pejelasan tersendiri.
1.      Menurut Zakiah Darajat[2]
Klasifikasi yang ditampilkan misal amat luas. Sebagai contoh adalah perkembangan jiwa pada masa anak-anak, termasuk di dalamnya perkembangan pada masa sebelumnya, masa anak-anak awal, sehingga rentang untuk anak-anak dimulai dari umur 2-12 tahun, yang jelas jauh beragam dan terpadu.
Zakiah Darajat menjelaskan bahwa dalam diri manusia, selain mempunyai kebutuhan jasmani juga mempunyai kebutuhan rohani. Terdapat enam unsur kebutuhan yaitu:
a)      Kebutuhan akan kasih saying
b)      Kebutuhan akan rasa aman
c)      Kebutuhan akan rasa harga diri
d)     Kebutuhan akan rasa bebas
e)      Kebutuhan akan rasa sukses dan
f)       Kebutuhan akan rasa ingin tau.
Gabungan dari keenam kebutuhan itu menyebabkan orang membutuhkan agama.

2.      Menurut Bernard Spikal, Walter Houstan Clark, Leiws Sherril, dan sebagainya dalam penjelasannya diuraikan tentang perkembangan religius selama tahap-tahap besar dalam kehidupan. Mereka mencoba mengungkap sumber jiwa beragama pada diri seseoarang.
3.      Thomas mengungkapkan teori The Four Wishes (1969) menyatakan terdapat empat macam keinginan dasar yang ada pada dalam jiwa, dan inilah yang menjadi sumber jiwa beragama, yaitu:
1)      Keinginan untuk keselamatan
2)      Keinginan untuk mendapat penghargaan
3)      Keinginan ditanggapi dan
4)      Keinginan akan pengetahuan (pengalaman) yang baru.
4.      G.M. Straton (1993) mengemukakan teori konflik. Jiwa beragama,menurutnya adalah bersumber pada adanya konflik dalam kejiwaan manusia.jika konflik itu mulai mencekam manusia akanmempengaruhi keadaan jiwanya, manusia akan berusaha mencari pertolongan pada kekuasaan yang tertinggi. Thomas Van Aquino berpendapat bahwa sumber jiwa agama adalah berpikir.Manusia bertuhan karena manusia menggunakan kemampuan berpikirnya.Manusia bertuhan karena manusia menggunakan kemampuan berpikirnya.

  1. Perkembangan Agama Pada Masa Anak-anak[3]
Pada umumnya agama seseorang ditentukan oleh pendidikan,pengalaman dan latihan-latihan yang dimulai pada masa kecilnya dulu yang didapatkan dari keluarga, pendidikan sekolah dan lingkungan sekitarnya.
Apabila seorang pada masa kecilnya tidak pernah mendapatkan pendidikan agama, maka kelak dewasanya nanti ia tidak akan merasakan pentingnya agama dalam hidupnya. Lain halnya dengan anak yang waktu kecilnya mempunyai pendidikan dan pengalaman agam, mislanya ibu dan bapaknya orang tua beragama, lingkungan sosial dan kawan-kawannya juga hidup menjalankan agama.Maka orang itu dengan sendirinya mempunyai kecenderungan kepada hidup dalam aturan-aturan agama, dan dapat merasakan betapa nikmat hidup dalam beragama.
Bagaimana timbulnya kepercayaan agama pada anak-anak, jika anak-anak dibiarkan saja tanpa didikan agama, dan hidup dalam lingkungan tidak beragama, maka ia akan menjadi dewasa tanpa agama.Yang dimaksud dengan masa anak-anak adalah sebelum berumur 12 tahun. Jika mengikuti periodesasi yang dirumuskan Elizabeth B. Hurlock, dalam masa ini terdiri dari tiga tahapan, yaitu:
a)      0-2 tahun (masa vital)
b)      2-6 tahun (masa anak-anak)
c)      6-12 tahun (masa sekolah)
Seperti teori four wisher yang dikemukakan oleh thomas, bahwa manusia dilahirkan kedunia ini memiliki empat keinginan, yaitu:
a.       Keinginan untuk selamat
b.      Keinginan untuk mendapat pengalaman baru,
c.       Keinginan untuk mendapatkan tanggapan baru, dan
d.      Keinginan untuk dikenal
Sementara Woodwort berpendapat bahwa bayi dilahirkan telah memiliki beberapa insting, diantaranya insting keagamaan.

  1. Pembinaan Agama Pada Anak[4]
Perkembangan agama pada anak, terjadi melalui pengalaman hidupnya sejak kecil, dalam keluarga, disekolah dan dalam masyarakat. Semakin banyak pengalaman yang bersifat agama dan semakin banyak unsur agama maka sikap, tindakan, kelakuan, dan caranya menghadapi akan sesuai dengan ajaran agama, diantara masalah yang perlu diketahui oleh para guru agama adalah pembinaan pribadi anak.
Setiap orang tua dan guru ingin membawa anaknya agar menjadi orang yang baik, mempunyai kepribadian yang kuat dan sikap mental yang sehat dan akhlak yang terpuji semua dapat disahakan melalui pendidikan baik yang formal (disekolah) maupun informal (dirumah oleh orang tua) setiap pengalaman yang dilalui anak, baik melalui penglihatanm, pendengaran maupun perlakuan yang diterimanya akan ikut menentukan pembinaan pribadi anak.
Orang tua adalah pembinaan pribadi yang pertama dalam kehidupan anak. Sikap anak terhadap orang tua, agama dan pendidikan agama sangatlah dipengaruhi oleh sikap orang tuanya dimana fungsi orang tua terhadap anaknya dapat digambarkan berdasarkan firman Allah SWT Surat At-Tahrim ayat 6 yang berbunyi:
 
Yang Artinya :“Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka” (Q.S.At-Tahrim : 6)
Dari kutipan dalil diatas fungsi orang tua terhadap anaknya adalahsebagai pendidik uatama dalam pembinaan pribadi anak, pembinaan ini melalui latihan-latihan, perbuatan misalnya kebiasaan makan, minum, buang air mandi dan sebagainya.
Hubungan orang tua dengan anak dilaksanakan dengan penuh pengertian dan kasih sayang dapat mempengaruhi pertumbuhan jiwa anak, yang akan membawa kepada pembinaan pribadi anak yang tenang, terbuka dan muda di didik karena ia mendapat kesempatan yang capak dan baik untuk tumbuh dan berkembang.
Masa pendidikan disekolah dasar, merupakan kesempatan pertama yang sangat baik untuk membina pribadi anak setelah orang tua.Disekolah dasar memiliki persyaratan kepribadia dan kemampuan untuk membina pribadi anak, maka anak yang tadinya sudah mulai tumbuh kearah yang kurang baik dapat segera diperbaiki.


BAB III
PENUTUP

A.    Simpulan
Pembahasan di atas dapat disimpulkan, bahwa:
1.      Perkembangan merupakan suatu perubahan dan perubahan ini tidak bersifat kuantitatif melainkan kualitatif yaitu meliputi perkembangan segi fungsi-fungsi kepribdian manusia.
2.      Pada umumnya agama seseorang ditentukan oleh pendidikan,pengalaman dan latihan-latihan yang dimulai pada masa kecilnya dulu yang didapatkan dari keluarga, pendidikan sekolah dan lingkungan sekitarnya.
3.      Perkembangan agama pada anak, terjadi melalui pengalaman hidupnya sejak kecil, dalam keluarga, disekolah dan dalam masyarakat. Semakin banyak pengalaman yang bersifat agama dan semakin banyak unsur agama maka sikap, tindakan, kelakuan, dan caranya menghadapi akan sesuai dengan ajaran agama.
4.      Orang tua adalah pembinaan pribadi yang pertama dalam kehidupan anak.

B.     Saran
Demikian yang dapat saya paparkan mengenai materi yang menjadi pokok bahasan dalam makalah ini, tentunya masih banyak kekurangan dan kelemahannya, kerena terbatasnya pengetahuan dan kurangnya rujukan atau referensi yang ada hubungannya dengan judul makalah ini.
            Terima Kasih pada semua pihak yang membantu. Teman-teman dan dosen pengampu yang telah membantu saya dalam menyelesaikan makalah ini juga sumber-sumber yang telah membantu saya dalam melengkapi materi makalah ini.
            saya banyak berharap para pembaca yang budiman sudi memberikan kritik dan saran yang membangun kepada kami demi sempurnanya makalah ini dan penulisan makalah di kesempatan-kesempatan berikutnya. Semoga makalah ini berguna bagi penulis pada khususnya juga para pembaca yang budiman pada umumnya.
DAFTAR PUSTAKA

Hurlock, 1991.Perkembangan anak. Erlangga, jakarta.

Ali, Mohammad dan Mohammad Asrori, 2004, Psikologi Remaja (Perkembangan Peseta didik), Jakarta; PT. Bumi Aksara.

Desmita. 2005. Psikologi Perkembangan. Bandung: PT. Remaja Rosdak




[1] Hurlock, 1991.Perkembangan anak. Erlangga, jakarta
[3] Hurlock, 1991.Perkembangan anak. Erlangga, jakarta
[4] Desmita. 2005. Psikologi Perkembangan. Bandung: PT. Remaja Rosdak